Komponen Motor Starter
Komponen yang berfungsi selaku jantung dari motor ialah armature (jangkar) dan kumparan-kumparan yang mengelilingi poros armature dinamakan armature coil (kumparan jangkar). Pada bab ujung armature yang berbentuk silinder dan berisikan sejumlah segmen/bagian tembaga yang dipisahkan oleh isolator mika dinamakan commutator (komutator).
Komutator berfungsi semoga arus listrik mampu mengalir secara terus menerus ke armature coil melalui carbon brushes (sikat) yang langsung bergesekan dengannya. Adapun pembahasan lebih
terang dari komponen-komponen motor starter yakni selaku berikut
(lihat gambar 3.27 di bawah ini):
a. Field coil (kumparan medan)
Field coil dibuat dari lempengan tembaga dan berfungsi untuk menghidupkan medan magnet (nomor 2a gambar 3.27). Field coil disambungkan secara seri dengan armature coil (kumparan
jangkar), semoga arus yang melewati field coil juga mengalir ke armature coil.
Field coil hanya terdapat pada sepeda motor yang memakai motor starter tipe elektromagnet (magnet remanen/bukan permanen). Pada sepeda motor yang memakai motor starter tipe magnet permanen tidak memakai field coil. Motor starter tipe magnet permanen bentuknya kompak dan bobotnya lebih ringan, sehingga banyak digunakan pada sepeda motor kecil ketika
ini (lihat gambar 3.25)
b. Armature
Armature terdiri atas sebatang besi yang berbentuk silindris dan diberi slot-slot, armature shaft (poros armature), komutator serta armature coil (kumparan armature).
Armature berfungsi untuk merubah energi listrik menjadi energi mekanik, dalam bentuk gerak putar. (gambar 3.26 dan gambar 3.27 nomor 3 dan 3a).
Jumlah lilitan armature coil dibentuk banyak biar semakin banyak helai-helai kawat yang menerima gaya elektromagnetik (garis gaya magnet), sehingga tenaga yang dihasilkan cukup besar untuk memutarkan cankshaft (poros engkol)
c. Yoke dan pole core
Yoke (stator) berfungsi sebagai tempat untuk mengikatkan pole core (nomor 2 dan 2b gambar 3.27). Yoke terbuat dari logam yang berupa silinder. Sedangkan pole core berfungsi untuk
menopang field coil dan memperkuat medan magnet yang ditimbulkan field coil.
d. Brush (sikat)
Brush (sikat) dibuat dari tembaga lunak, dan berfungsi untuk meneruskan arus listrik dari field coil ke armature coil langsung ke massa lewat komutator (nomor 10 dan 11 gambar 3.27). Untuk motor starter tipe magnet permanen (tidak memakai field coil), brush akan meneruskan arus listrik dari baterai eksklusif ke armature kemudian ke massa melalui komutator. Motor starter pada sepeda motor ada yang memiliki dua buah sikat (satu sikat posisitf dan satu sikat negatif) dan empat buah sikat (dua sikat konkret dan dua sikat negatif) tergantung dari beban mesin yang mau diputar. Biasanya motor starter dengan empat buah sikat cuma dipakai pada sepeda motor besar.
Pada bab rumah motor (stator) diikatkan field coil (kumparan medan) dan pole core (inti kutub) yang berfungsi untuk menghasilkan medan magnet. Biasanya terdapat empat buah pole core dan field coil yang mempunyai jumlah lilitan cukup banyak biar medan magnet yang ditimbulkan lebih besar.
Untuk memperbesar momen putar yang dihasilkan motor disamping dengan adanya perbandingan gigi sproket (pinion) pada motor starter dengan gigi sproket pada crankshaft, maka pada salah satu ujung armature terdapat gigi reduksi. Dengan gigi reduksi perbandingan putaran yang keluar/output menjadi lebih kecil, sehingga momen putarnya akan lebih besar.
e. Starter relay/solenoid switch (saklar magnet starter)
Starter relay (solenoid switch) pada sepeda motor ada yang sederhana dan yang mengadopsi dari starter relay yang dipakai pada kendaraan beroda empat mirip jenis pre-engaged starter (starter relay eksklusif dipasangkan di bab atas motor starter).
Starter relay yang sederhana maksudnya adalah sejenis relay umumyang hanya terdiri dari suatu kumparan dan empat buah terminal dan diposisikan terpisah dari motor starter (lihat gambar
3.22 pada pembahasan sebelumnya). Starter relay ini kebanyakan digunakan pada sepeda motor berskala kecil.
0 коммент.:
Posting Komentar