Selasa, 27 Juli 2021

Tata Cara Suspensi Pada Kedaraan Ringan (Kendaraan Beroda Empat)

Leave a Comment
Sistem suspensi yakni mekanisme yag ditempatkan diantara bodi atau rangka dan roda-roda. 
Fungsi dari metode suspensi  untk menahan :
1. Goncangan-goncangan
2. Getaran-getaran, dan
3. Kejutan-kejutan yang ditimbulkan oleh permukaan yang tidak rata
 
 Apabila mibil tidak dilengkapi dengan tata cara suspensi antara roda-roda dan bodi, maka tidak aka menimbulkan kenyamanan dalam mengendarai mobil. Selain itu juga akan merusak muatan, dan sudah pasti kendaraan beroda empat menjadi tidak praktis.
Selain berfungsi untuk menahan getaran atau goncangan, tata cara suspensi juga memiliki fungsi lainya, yaitu :
1. Selama kendaraan berlangsung tolong-menolong dengan ban, menyerap banyak sekali macam :
     a. Getaran,
     b. Osilasi, dan
     c. Kejuatan yang diterima kendaraan
     Dapat pula untuk melindngi penumpang serta barang muatan dan menambah stabilitas kendaraan.
2. Meneruskan gaya getran dan gaya pengereman yang diakibatkan adanya pergesekan antara permukaan jalan  dan roda-roda ke chasis dan bodi.
3. Menopang bodi pada poros-poros  (axle) da mempertahankan kekerabatan geometris yang berhuungan denan bodi dan roda-roda.
 
1. Sprung Weight dan Unsprung Weight.
Berat bodi dan lain-lainya yang ditoang oleh pegas-pegas disebt sprung wegiht. Adapun roda-toda dan poros serta bagian lainya yang tidak ditopang ole pegas disebut unsprng weight.
Pada umumnya dapat dikatakan bahwa kian besar sprung weightnya dari sebuah kendaraan akan menjadikanya maikin baik sebab tendesi bodyuntuk terguncang akan menjadi kurang.Sebalknya , unsprung weight yang terlalu besar cenderung mengakibatkan bodi muda terguncang.
Osilasi dan bergoyangnya bagian pegas dari kendaraan khususnya bodi kuat besar pada kenyamanan kendaraan.
 
 
 
 
2. Osilasi Sprung Weight
Sprung weight yakni bera bodi kendaraan beroda empat yang dijamin olh pegas suspensi. Osilasi dan goyangan ini dibedakan menjadi empat, yaitu :
     a. Pitching
     b. Rolling  (bergulir)
     c. Bounching (melonjak), dan
     d. Yawing (zigzag).
 
 
 
 
 
A. PITCHING
Pitching adalah osilasi turun naiknya bab depan dan belakang berhubungan dengan titik berat depan dan belakang kendaraan. Hal ini terjadi terutama kalau kendaaan lewat jalan yang garang dan banyak lubang. Pitching juga lebih gampang terjadi pada kendaraan yang pegasnya lemah dibandingkan yang pegasnya lebih besar lengan berkuasa.
 
B. ROLLING (BERGULIR)
Ketika kendaraan membelok atau lewat jalan yan begelombang, salah satu pegas pada salah satu sisi kendaraan mengembang dan pada segi lainya mengerut. Hal ini mengkibatkan bodi beputar (rolling) dalam ara yang lurus (dari segi ke segi)
 
C. BOUNCHING (MELAMBUNG)
Bounchig ialah gerakan aik turunya bodi kendaraan secara keseluruan. Jika kendaraan berjaan pada kecepatan tinggi melalui jalan yang bergelombang, maka seoah-olah terjadi gerakan naik turun. Juga gampang terjadi jikalau kondisi pegas-pegas lemah.
 
D. YAWING (ZIGZAG)
Yawing yakni gerakan bodi kendaraan arah memanjang, ke kanan dan ke kiri terhadap titik tengah (centerline). Pada permukaan jalan dimana terjadinya pitching mirip juga pada yawing.
 
 
 
3. Osilasi Unsprung Weiht
Unsprung weight ialah berat poros-oros dan bab-bagian lainya yang tedapat antara ban dan pegas-pegas susupensi. Osilasi ini dibedakan menjadi tiga, yaitu :
    a. Hopping,
    b. Tramping, dan
    c. Wind Up.
 
 
A. HOPPING
Hopping ialah gerakan melambung (bounching) roda-roda ke atas dan ke bawah yang umumnya terjadi pada jalan-jalan berobmak dengan kecepatan sedang dan tinggi.
B. TRAMPING
Tramping yakni gerakan osilasi turun naik dengan arah yang bertentangan pada roda-roda kiri dan kanan. Akibatnya roda-roda kiri dan kanan melompat terhadap permuakaan jalan. Keadaan ini muda terjadi pada kendaraan yang menggunakan suspensi poros rigid (rigid axle suspension).

C. WIND UP
Wind Up yaitu tanda-tanda terjadinya pegas daun melintir di sekeliling poros yang disebabkan oleh momen pengerak (driving torque) kendaraan.
 
 
 
 
 
Sistem suspensi mempunyai komponen-unsur utama selaku berikut :
1. Pegas, Menetralisir kejutan-kejutan dan getaran-getaran daripermukaan jalan yang tdak rata.
2. Shock absorber, berungsi untuk menyempurnakan pengendaraan dengan membatasi kebebasab osilasi pegas-pegas.
3. Stabilizer kafe, yang mencegah bergoyangnya kendaraan ke arah segi.
Sistem linkage, yang menahan komponen tersebut di atas pada tempatnya dan mengatur gerakan roda-roda ke arah sisi atau ke arah depan.
 
 
  

 
 A. PEGAS 
Pegas tebuat dari baja dan berfungsi untuk menyerap kejutan dari permukaan jalan dan getaran roda-rda biar tidak ke bodi.
Pegas berisikan :
1. Pegas Koil
2. Pegas Daun
3. Pegas Batang Torsi
                          Gambar pegas koil
                           Gambar pegas daun
                      Gambar pegas batang torsi
 
 
 
 
B. SHOCK ABSORBER
Shock absorber berfungsi untuk meredam osilasi (gerakan naik turun) pegas dikala mendapatkan kejtan dai permukaan jalan.
  
                                              Gambar shock absorber
1. Cara kerja shock absorber
Di dalam shok absorber telescopic terdapat cairan khusus yang disebut minyak shock absorber.
a. Saat kompresi
    Katup terbuka,minyak dapat mengalir dengan gampang sehingga tidak terjadi peredaman.
b. Saat perluasan
    Katup tertutp, inyak menglir lewat orifice (lubang kecil) sehingga tdrjadi peredaman.
 
 
 
 2. Tipe  Shock Absorber
Shock absorbe dikelompokkan menurut cara kerjanya, konstruksinya, dan medium kerjanya.
      a. Penggolongan menuut cara kerjanya
          - Shock absorber kerja tunggal (single action)
             Efek meredam cuma erjadi saat ekspansi. Sebaliknya dikala kompesi tidak terjadi peredaman.
          
 
 - Shock absorber kerja ganda (doule action).
           Saat ekspansi dan kompresi senantiasa erjadi peredaman
           
        b. Penggolongan menurut konstrksinya
            - Shock absorber tipe mono tube.
               Dalam shock absorber trdapat satu silinder tanpa reservoir.
               
             - Shock absorber tipe twin tube
                Dalam shock absorber terdapat pressure dan outer chamber yang menghalangi workng chaber
                dan reservoir chamber.
               
 

           c. Penggolongan berdasarkan medium kerja
               - Shock absorber tipe hidrolis
                  Di dalamnya terdaat minyak shock absorber selaku media kerjanya.
               - Shock absorber tipe gas
                  Ini ialah shock absorber hidrolis yang diisi dengan gas. Biasanya gas yang dignakan
                  yaitu gas nitrogen, yang dijaga ada tekanan rendah 10 - 15 kg/cm2 atau tekanan tinggi
                  20 - 30 kg/cm2.
                
 
 
 
 
 
 

0 коммент.:

Posting Komentar